“Spesial Milad MIN 2 Sukoharjo ke-33: Hadirkan Pembinaan GTK oleh Kakankemenag Sukoharjo dan Launching Identitas Baru Madrasah”

HUMAS – Mengusung tema “Menebar Manfaat, Mengukir Senyuman”, rangkaian acara ini diisi dengan pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukoharjo, peresmian identitas baru madrasah, dan pengenalan program digitalisasi madrasah.

​Tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan panjang madrasah, momen ini dikemas dengan launching Visi, Misi, dan Logo Baru: Awal Era Baru MIN 2 Sukoharjo. ​Peluncuran ini menjadi simbol transformasi dan komitmen madrasah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa melepaskan nilai-nilai keislaman.
​
​Menatap perjalanan ke depan dengan logo dan arah baru, Kepala MIN 2 Sukoharjo, Erma Nurlaila Ariyanti, S. Ag., M.S.I menyampaikan harapannya untuk masa depan madrasah:
​”Di usia ke-33 tahun ini, kami berharap MIN 2 Sukoharjo semakin hari tambah baik, tambah berprestasi, peserta didiknya berakhlak mulia, dan keberadaan madrasah ini benar-benar membawa kemanfaatan serta berguna bagi masyarakat luas,” tutur Beliau penuh kehangatan.

Dalam sambutan Ketua Panitia Milad, Gunawan Widodo, S.E., M.M., menyampaikan rangkaian aksi sosial Milad meliputi:
​Bantuan air bersih di 11 Desa Weru, penyaluran bantuan alat kebersihan untuk Masjid Al-Muttaqin Bakrejo Jetis, ​Bakti sosial bagi murid kurang mampu, serta ​baksos ke Panti Asuhan anak yatim muhammadiyah sukoharjo.

​Aksi ini menjadi wujud nyata kehadiran madrasah di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor kepedulian sosial.

Selain memperkuat aspek sosial dan karakter, MIN 2 Sukoharjo juga menegaskan kesiapannya menyongsong era modern melalui akselerasi teknologi. Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan program Digitalisasi Madrasah oleh Priyanto, S.Pt, S.Pd, bahwa transformasi digital ini dirancang untuk mengintegrasikan sistem tata kelola administrasi madrasah, proses pembelajaran berbasis teknologi, hingga efisiensi layanan informasi bagi orang tua siswa. Kehadiran program digitalisasi ini diharapkan mampu membawa MIN 2 Sukoharjo menjadi madrasah yang adaptif, modern, dan berdaya saing tinggi tanpa meninggalkan akar nilai-nilai keislaman.
Beliau juga memeparkan dalam menunjang digitalisasi ini, MIN 2 Sukoharjo meluncurkan Majalah Digital Cendekia berupa majalah yg berbasis digital pertama di SD/MI di Kab. Sukoharjo.

Dilanjutkan sesi pembinaan GTK oleh Drs. H. Muh Mualim, M.Pd.I selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sukoharjo memberikan pengarahan mendalam mengenai hakikat kedudukan seorang pendidik di madrasah. Beliau menegaskan bahwa frasa “Guru: Digugu lan Ditiru” bukanlah sekadar jargon lama, melainkan filosofi luhur yang menjadi ruh utama profesi guru.
​Beliau memaparkan pilar keteladanan pendidik, yaitu
​Digugu (Dapat Dipercaya dan Diterima Tuahnya). Guru adalah sumber rujukan keilmuan dan kebenaran. Apa yang diucapkan harus berbobot, didasari keikhlasan, serta sanggup menjadi pencerah bagi anak didik. Kredibilitas guru lahir dari keselarasan antara pengetahuan dan kejujuran nurani.
​Ditiru (Teladan Nyata dalam Integritas) yaitu sikap, kedisiplinan, kesantunan bertutur kata, hingga ketataan beribadah seorang guru akan langsung tercermin pada muridnya. Ketika guru mampu menjadi sosok yang digugu lan ditiru, suasana belajar di madrasah akan memancarkan energi positif. Kebahagiaan mendidik akan bermuara pada lahirnya senyuman dan kepuasan di wajah para siswa, orang tua, serta masyarakat.

​Momen perayaan ini terasa semakin istimewa sekaligus mengharukan karena dirangkai bersamaan dengan perpisahan purna tugas Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukoharjo yang memasuki masa purnabakti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *